PTMB Percepat Peremajaan Pipa Bocor, Yudhi: Pelayanan Pelanggan Tetap Jadi Prioritas
Direktur PTMB, Yudhi Saharuddin.
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN
: Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus mempercepat program
peremajaan jaringan pipa air bersih guna menjaga kualitas pelayanan kepada
masyarakat. Penggantian dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pipa
yang paling sering mengalami kebocoran.
Direktur PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan langkah tersebut menjadi strategi
terbaik agar proses peremajaan tidak mengganggu distribusi air kepada pelanggan
secara luas.
"Kami
memprioritaskan penggantian pipa di titik-titik yang paling sering mengalami
kebocoran. Dengan cara ini, pelayanan kepada pelanggan tetap bisa berjalan
optimal sambil kami memperbarui jaringan yang sudah tua," kata Yudhi.
Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, jaringan
pipa PTMB yang membentang hingga ratusan kilometer tidak memungkinkan diganti
sekaligus. Selain membutuhkan anggaran besar, penggantian secara menyeluruh
juga berpotensi mengganggu pasokan air bersih kepada masyarakat.
"Kalau semuanya
diganti dalam waktu bersamaan, dampaknya terhadap pelayanan tentu akan sangat
besar. Karena itu kami lakukan secara bertahap sesuai tingkat urgensi di
lapangan," jelasnya.
Yudhi mengungkapkan,
sejumlah pekerjaan peremajaan telah selesai dilaksanakan, di antaranya pada
jaringan pipa transmisi di kawasan Transad dan Grand City. Sementara untuk
jaringan distribusi, penggantian telah dilakukan di Jalan MT Haryono dan Batu
Arang.
"Program ini
akan terus kami lanjutkan dengan melihat kondisi jaringan dan kebutuhan di
masing-masing wilayah," ujarnya.
Tak hanya fokus pada
pembenahan infrastruktur, PTMB juga melakukan penataan administrasi pelanggan
agar data yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan
Untuk mendukung
proses tersebut, PTMB menggandeng Kejaksaan Negeri sebagai pendamping hukum,
khususnya dalam proyek-proyek yang memiliki risiko tinggi, termasuk penanganan
piutang pelanggan.
"Kami ingin
memastikan data pelanggan benar-benar akurat. Karena itu kami melakukan sensus
dan verifikasi, termasuk terhadap pelanggan yang masih memiliki
tunggakan," ungkap Yudhi.
Saat ini, lanjutnya,
terdapat lebih dari 1.000 pelanggan yang masih memiliki tunggakan rekening air.
PTMB akan memeriksa apakah sambungan masih aktif atau bangunan yang terdaftar
sudah tidak lagi dihuni.
"Kalau memang
tidak memenuhi kewajiban sesuai aturan, tentu akan kami tertibkan, termasuk
kemungkinan dilakukan pemutusan sambungan," tegasnya.
Ia menambahkan, pendataan ulang juga bertujuan menghilangkan data yang sudah tidak relevan, seperti sambungan yang masih tercatat aktif meski bangunan pelanggan sudah tidak ada.
"Target kami
sederhana, yaitu menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih efektif, efisien,
dan tepat sasaran. Dengan jaringan yang semakin andal dan data pelanggan yang
akurat, kualitas layanan PTMB akan terus meningkat," pungkasnya. (mid)